Jumat, 24 Oktober 2008

Communication and Coaching (2)

Komunikasi dan Pengaruh.

Sesi yang kedua adalah mengenai Komunikasi dan pengaruh. Komunikasi yang efektif dibangun atas dasar kepercayaan (trust). Semakin besar kepercayaan kita terhadap seseorang akan semakin besar juga pengaruh orang tersebut terhadap kita. Begitu juga sebaliknya, semakin kecil kepercayaan kita terhadap seseorang, maka semakin kecil juga pengaruh orang tersebut kepada kita. Bagaimana kita mendapatkan kepercayaan sesorang? Pada pelatihan ini, diajarkan bahwa pengaruh dan komunikasi berasal dari Karakter dan Kompetensi.

Komunikasi dan Pengaruh dibangun diatas trust? Saya sepakat dengan pernyataan ini, ingat ketika Bung Karno berpidato di istana merdeka pada jaman kemerdekaan, ribuan orang histeris berteriak nasionalisme. Ribuan orang tersebut mendengar Bung Karno atas dasar kepercayaan bahwa Bung Karno mampu memimpin mereka dengan baik. Namun demikian, ada satu hal yang dilupakan oleh si Trainer, bahwa kita dapat memiliki pengaruh keseseorang, jika kita dapat menyentuh motif dari orang tersebut. Dalam kasus bung Karno, ribuan orang yang menghadiri rapat akbar tersebut memiliki motif yang sama, yakni hasrat untuk merdeka dari penjajahan, dan Bung Karno dapat menyentuh motif yang ada di setiap benak ribuan orang tersebut. Del Carnegie berpendapat, bahwa kita dapat membangkitkan minat seseorang terhadap sesuatu jika kita menyentuh motif ingin dihargai yang ada pada setiap orang. Motif ini juga menjadi dasar pengaruh seseorang terhadap pemimpinnya. Anda pasti akan mengerjakan suatu instruksi dari seorang direktur dengan hasrat yang luar biasa jika diiming-imingi oleh bonus yang banyak atau kenaikan gaji yang besar, artinya si Direktur menyentuh satu motif dari anda, apa itu? Saya menyebutnya Motif Perut, karena berkaitan dengan pendapatan dan penghasilan anda. Maslow secara gamblang membagi motif seseorang dalam piramidanya, anda dapat menjadikan itu referensi dalam usaha mempengaruhi orang lain. Dalam kaitannya dengan manajemen perubahan, kita dapat mengelola manusia yang terkena dampak dari perubahan, jika kita dapat mengaitkan atau mengkorelasikan efek dari perubahan tersebut secara positif ke motif dari manusia yang kita kelola.

Paradigma dan Nasib

Sessi ketiga berbicara mengenai paradigma atau cara pandang seseorang mengenai suatu object. Object disini dapat berupa perstiwa, manusia, benda, tempat dan lain-lain. Tahap-tahapan mengapa cara pandang mempengaruhi nasib adalah sebagai berikut:

  1. Cara pandang.
  2. Tindakan
  3. Kebiasaan
  4. Karakter
  5. Nasib

Maksud ke enam tahapan diatas adalah sebagai berikut: Setiap tindakan yang kita lakukan merupakan aktualisasi dari cara pandang kita, sedangkan tindakan yang terus-menerus diulang akan menjadi kebiasaan. Berbagai kebiasaan yang kita miliki membentuk karakter kita, dan terakhir, Karakter yang kita miliki mempengaruhi nasib yang kita akan alami. Dari tahapan diatas dapat disimpulkan, jika anda ingin merubah nasib anda, rubahlan cara pandang anda.

Cara Pandang mempengaruhi nasib, betulkah? Saya sepakat bahwa cara pandang merupakan hal yang teramat penting dalam menjalani hidup. Saya senantiasa berpikir bahwa tidak ada cara pandang yang salah, yang ada hanya cara pandang yang belum lengkap. Contohnya, misalkan anda sedang berada diluar negeri, katakanlah Turin Italia, Karena beberapa hal, pesawat anda delay dan anda sampai di Kota Turin jam 1 pagi. Saat itu tidak ada taxi, yang ada hanya penyewaan mobil, karena tidak memiliki jalan lain, anda memutuskan menyewa mobil tersebut dan membeli sebuah peta dengan judul TURIN, namun sayangnya, ketika proses pembuatan peta tersebut terjadi salah cetak, meskipun judul peta adalah TURIN namun isinya adalah kota GENOA. Dan karena anda tidak tahu ketika anda sudah berjalan cukup jauh dari bandara anda dilanda kebingungan, dan juga karena peta yang anda miliki tidak menunjukkan hotel yang anda ingin tuju anda terus. Namun, karena anda punya keyakinan penuh bahwa peta tersebut tidak mungkin salah anda terus saja menerka dimana posisi anda pada peta tersebut, sampai pada akhirnya anda menyerah dan mencari kantor polisi terdekat untuk bertanya. Pada kasus ini Peta adalah cara pandang anda, yang menunjukkan dimana anda berada. Anda akan selalu memiliki cara pandang yang tidak tepat, jika anda enggan untuk membuka diri terhadap kemungkin tidak tepatnya atau tidak lengkapnya cara pandang anda dan yang terjadi adalah anda akan selamanya tersesat, seperti anda tersesat di kota TURIN dengan peta GENOA ditangan anda. Keputusan ke kantor polisi untuk bertanya berarti, anda sudah terbuka terhadap cara pandang orang lain terhadap suatu objek, dan dengan cara itulah anda dapat sampai ke tempat tujuan anda dengan selamat, atau dengan kata lain, peluang anda menuju kesuatu kebahagian kehidupan terbuka lebar jika anda mau membuka diri anda terhadap cara pandang selain dari cara pandang anda sendiri.

Communication and Coaching (1)

Beberapa hari kemarin, saya mendapatkan training mengenai communication and coaching dari sebuah training organization yang menjadi afiliasi dari Think On Your Teet Institute. Training ini, menurut saya lebih fokus kepada bagaimana cara mengkomunikasikan perubahan dengan efektif atau dengan kata lain, bagaimana caranya menjadi change agent yang efektif. Saya akan mencoba sharing sedikit tentang training ini.

Pada sessi yang pertama diajarkan mengenai apa itu manajemen perubahan. Manajemen perubahan memang erat kaitannya dengan manajemen proyek. Jika pada manajemen proyek kita mendesain suatu tahap-tahapan teknis dalam suatu proyek sehingga proyek tersebut dapat berjalan dengan baik dan memiliki hasil sesuai dengan target yang diinginkan, manajemen perubahan, mengajarkan bagaimana kita mengelola people atau orang dalam kaitannya dengan proyek yang kita jalankan. Sebagai contoh, dalam keluarga kita memiliki sebuah proyek pindah ke suatu kota yang baru bagi semua anggota keluarga. Untuk dapat pindah rumah ke kota yang baru dengan smooth atau lancar, kita memerlukan manajemen proyek sederhana, seperti kita perlu melakukan survey untuk memilih lokasi rumah baru kita di kota tersebut yang mempertimbangkan berbagai hal seperti strategis nya suatu lokasi, bagaimana lingkungan sekitarnya, bagaimana keamanan lokasi tersebut, dan lain-lain. Selain itu juga kita harus mempersiapkan transportasi peralatan rumah tangga kita, mencari sekolah yang terbaik di kota tersebut, dan berbagai hal lainnya. Namun, yang sering kita lupakan adalah, bahwa dalam proyek pindah kota ini, kita juga membutuhkan suatu manajemen orang-orang yang akan merasakan dampak langsung sebagai akibat dari proyek ini diantaranya anggota keluarga kita, tetangga kita yang lama, teman-teman anak-anak kita disekolah, atau teman arisan istri. Nah, disinilah manajemen perubahan diperlukan, dimana kita mengelola orang-orang atau pihak-pihak yang langsung terkena dampak dari suatu perubahan.

Peran manajemen perubahan dalam suatu manajemen proyek bisa dibilang hal yang vital, karena dapat mempengaruhi langsung kepada kesuksesan manajemen proyek yang kita lakukan. Katakan lah dalam kasus pindah kota, karena kita melakukan manajemen perubahan dengan buruk, istri atau anak kita menolak untuk pindah karena alasan enggan meninggalkan teman, hal ini sangat mungkin terjadi dan berpotensi menimbulkan keretakan dalam rumah tangga, atau lebih extreme lagi, mereka berontak untuk tidak mau ikut pindah. Dalam training ini, juga timbul pertanyaan, bagaimana cara mengukur performance dari manajemen perubahan yang kita lakukan. Pertanyaan ini agak tidak bisa terjawab dengan baik, meskipun misalnya dalam kasus pindah kota ini, secara mudah kita bisa membuat indicator keberhasilan manajemen perubahan seperti jumlah ribut dalam rumah tangga dalam satu hari setelah pindah misalnya atau jumlah anggota keluarga yang bersikeras untuk tinggal.

Sikap seorang individu dalam menyikapi perubahan atau sering kita sebut sebagai Preferensi Perubahan dapat berbeda satu sama lain. Preferensi Individu ini dapat dibagi menjadi 4 kuadran.

Kuadran pertama: Logical Detached (LD)

Orang yang memiliki preferensi perubahan didominasi oleh Logical Detached (LD) akan cenderung secara emosional tidak terpengaruh, namun menerima secara logis tentang implikasi suatu perubahan. Orang dengan tipikal ini, cenderung selalu mendasarkan keputusannya berdasarkan data. Dengan demikian untuk mengelola orang dengan tipikal LD, kita harus menyiapkan data sebaik mungkin dan kita korelasikan ke motif orang tersebut. Orang LD selalu melihat pengaruh perubahan lingkungan terhadap dirinya berdasarkan data. Jika anda memiliki atasan seperti ini, anda harus bersiap-siap menyiapkan data-data pendukung dari suatu masalah, karena tanpa data ini anda hanya dianggap sebagai Jargon-jargon belaka. Dari hasil survey, 60 % dari CEO perusahaan besar memiliki karakter ini.

Kuadran Kedua: Safety Control (SC)

Orang dengan Preferensi Perubahan Safety Control secara emosional terlibat dan bertindak hati-hati dengan perubahan, berusaha membatasi dan mengontrol akibat dari perubahan yang ada. Orang dengan tipikal SC, memiliki sifat teramat emosional begitu juga jika dia menyikapi suatu perubahan, biasanya orang ini teramat resistan secara emosional. Untuk menghadapi orang seperti ini, pendekatan yang bersifat empati terhadap dirinya amat diperlukan untuk membuka resistansi yang ada didalam orang tersebut sebelum kita menjelaskan penting nya perubahan.

Kuadran ketiga: Positive Creative (PC)

Secara intelektual menerima, kreatif dan secara positif mencari dinamika perubahan. Biasanya orang dengan tipikal PC bersifat dinamis dan selalu suka menerima tantangan perubahan. Untuk mengelola orang ini dalam suatu perubahan tidak lah sulit, yang diperlukan adalah kita dapat meyakinkan bahwa perubahan ini membutuhkan kreativitas dari orang tersebut, maka dia akan semakin bersemangat dalam menerima perubahan.

Kuadran keempat: People Focused (PF).

Orang dengan karakter ini, memiliki sifat bisa menerima perubahan hanya saja kendalanya adalah dia pasti memikirkan implikasi perubahan tersebut terhadap orang lain atau komunitas yang ada disekitarnya. Untuk mengelola orang ini dalam suatu perubahan, kita harus dapat meyakinkan bahwa perubahan tidak akan berimplikasi buruj bagi komunitas nya, dan juga akan membawa sesuatu yang baik bagi komunitasnya, dengan demikian maka orang ini dengan senang hati menerima perubahan. Orang-orang dengan karakter ini cocok untuk bekerja dibidang politik, atau dalam struktur perusahaan menjadi SPSI, atau bekerja menjadi pimpinan diperusahaan yang sudah established atau performancenya sudah mencapai puncak, tugasnya hanya mempertahankan performance yang sudah ada saja.

Pada dasarnya, setiap manusia memiliki keempat karakter diatas, hanya saja pasti ada yang dominan dari keempat Preferensi Perubahan diatas pada diri kita.

Menurut saya, kesuksesan seseorang tidak dipengaruhi oleh salah satu preferensi perubahan yang dia miliki, namun lebih kepada bagaimana dia dapat menjadi bunglon atau mampu beradaptasi atau berubah warna sesuai dengan lingkungannya dengan cepat itulah yang berpengaruh kepada kesuksesan seseorang. Contohnya, ketika kita mempunyai atasan atau konsumen dengan karakter LD yang kuat (strong LD) maka kita harus bisa berubah seketika menjadi seorang LD juga, karena jika tidak, maka pastilah kita akan menjadi bulan-bulanan atasan kita itu yang selanjutnya kenyamanan dalam bekerja pun akan semakin berkurang.




Kamis, 16 Oktober 2008

Chris Gardner dan Rocky

Sebuah film memang terkadang dapat menjadi inspirasi kita dalam menjalani kehidupan. Ada beberapa film hollywood yang menurut saya patut kita ambil hikmahnya, beberapa diantaranya adalah the pursuit of happines dan Rocky 4. Film the pursuit of happyness yang diperani oleh will smith bercerita tentang tokoh Chris Gardner dengan perjuangannya untuk mencapai kebahagiaan. Chris Gardner mengajarkan kepada kita, bagaimanapun kita menghadapi tantangan dalam hidup, bagaimanapun kita merasa hidup ini terlalu sulit untuk dijalani, semangat adalah kunci dari segalanya. Di film ini diceritakan bagaimana Chris Gardner dan anaknya yang berumur 7 tahun hidup sebagai gelandangan, berpindah-pindah mencari tempat untuk tidur yang layak. Sampai-sampai disuatu momen, mereka berdua terpaksa untuk tidur di toilet sebuah stasiun kereta api. Namun demikian, penderitaan hidup tak membuat Cris Gardner menyerah, ia terus belajar agar dapat diangkat menjadi karyawan tetap sebuah perusahaan finance, mengingat selama ini ia hanyalah pegawai magang yang selama 6 bulan pertama tidak digaji. Perjuangannya Cris Gardner memang tak sia-sia, ia akhirnya diterima diperusahaan tersebut mengingat memang Cris Gardner sendiri memang orang yang jenius.
Tidak jauh berbeda dengan Chris Gardner, Rocky mengajarkan kita tentang kehidupan yang dianalogikan dengan sebuah pertandingan tinju. Di film ini, diceritakan bagaimana seorang Rocky yang sudah termakan umur kembali ke ring tinju untuk berhadapan dengan seorang petinju yang sedang naik daun dan berusia muda. Bisa ditebak hasilnya, pada saat pertandignan digelar, Rocky hanya menjadi bulan-bulanan bagi petinju muda ini. Namun siapa yang menyangka, bahwa Rocky dapat memberikan perlawanan hingga ronde terakhir, meskipun dalam proses menuju kesana ia harus jatuh bangun. Pengalamannya ini, diajarkan ke anaknya yang sedang menghadapi masalah dalam pekerjaannya. Rocky mengajarkan bahwa kerasnya kehidupan sama dengan kerasnya Ring Tinju. Pada Tinju, bukanlah bagaimana kita dapat memukul lawan sekeras mungkin, namun bagaimana kita dapat bertahan ketika kita dipukul, kembali bangkit ketika menerima pukulan berikutnya, dan terus maju hingga dapat bertahan sampai ronde terakhir. Begitu pula pada kehidupan, kita akan menemukan momen dimana kita dipukul telak oleh kerasnya kehidupan, pada saat itu kita tidak boleh mengeluh dan merasa bahwa kita adalah pecundang dan seakan-akan dunia sudah berakhir, namun yang harus kita lakukan adalah bangkit kembali berdiri, belajar dari kesalahan dan terus berusaha untuk maju, karena dengan itulah kita dapat bertahan dan sukses dalam kehidupan.
Sedikit berat memang, namun tetaplah berprinsip : "TETAP SEMANGAT" dalam menghadapi segala masalah.



Selasa, 14 Oktober 2008

Belajar mengenai investasi di pasar modal.

Dalam informasi atau berita mengenai krisis finansial yang terjadi pada saat ini, sering dijumpai penggunaan istilah baru yang bagi orang awam seperti saya ini masih terdengar asing. Istilah-istilah ini merupakan istilah yang memang sering digunakan dalam perdagangan saham, salah satunya adalah volatilitas. Situs Investopedia, secara mudah mendefenisikan volatilitas sebagai tingkat ketidakpastian atau resiko dari perubahan dalam suatu nilai sekuritas. Volatilitas dari suatu sekuritas dikatakan tinggi jika nilai sekuritas tersebut dapat berpotensi untuk menyebar direntang nilai yang sangat besar, yang artinya dalam kurun waktu yang singkat harga dari sekuritas tersebut dapat berubah secara drastis pada arah yang berlawanan. Begitu pula sebaliknya, sekuritas dengan volatilitas yang rendah, cenderung memiliki nilai yang tidak berubah secara drastis kearah yang berlawanan dalam waktu yang singkat, tetapi perubahan pada nilai sekuritas terserbut terjadi dengan laju yang tetap.

Alat ukur volatilitas relatif dari suatu sekuritas yakni menggunakan istilah BETA. Beta merupakan suatu perbandingan pergerakan harga dari suatu sekuritas jika dibandingkan dengan pergerakan dari indeks harga dari beberapa kumpulan sekuritas benchmark yang relevan (misal dibandingkan dengan indeks S&P 500). Sebagai contoh, suatu saham dengan nilai beta 1.1 berarti saham tersebut memiliki data historis yang menunjukkan saham tersebut akan bergerak 110 % untuk setiap 100 % pergerakan indeks pada benchmark yang relavan dengan saham tersebut. Sebaliknya jika nilai beta dari suatu saham adalah 0.9 maka berarti, data histories saham tersebut menunjukkan nilai saham terbut akan bergerak 90 % dari setiap pergeran yang terjadi pada indeks harga dari benchmark yang relevan dengan saham tersebut. Nilai beta yang positif berarti pergerakan nilai saham secara umum selaras dengan pergerakan indeks benchmark, sedangkan nilai negative berarti pergerakan nilai saham akan berlawanan dengan pergerakan indeks benchmark. Dengan demikian factor penentu nilai beta suatu saham yakni: Data histories dan pilihan indeks Benchmark.

Nilai beta merupakan parameter yang kritikal dalam penentuan Capital Asset Pricing Model (CAPM). CAPM merupakan suatu model yang menggambarkan hubungan antara resiko dengan return yang digunakan untuk menentukkan nilai dari suatu saham yang beresiko. Ide CAPM secara umum yakni bahwa seorang investor membutuhkan kompensasi dari 2 faktor; yang pertama disebut sebagai time value of money (nilai uang berdasarkan waktu) dan yang kedua adalah resiko itu sendiri.

Penjelasan lebih lanjut mengenai CAPM dan mengapa seorang investor harus menghitung CAPM dan juga mengapa seorang investor harus melakukan diversifikasi dalam investasinya akan coba saya jelaskan di tulisan berikutnya.

Beberapa penjelasan diatas mungkin dirasa masih kurang, karena saya sendiri sebenarnya bukan praktisi di bidang finance, namun demikian kemauan saya dan minat saya akan mendapat ilmu baru, mendorong saya untuk mengetahui banyak hal termasuk dalam hal investasi.

Senin, 13 Oktober 2008

Environment, Health and Safety (EHS), Pentingkah?

Sudah saatnya perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai memasukkan bidang Environment, Health and Safety atau sering disebut sebagai EHS, kedalam strategi perusahaan, yang artinya, ada suatu anggaran atau budget tersendiri yang khusus di alokasikan untuk bidang ini. Beberapa perusahaan besar memang sudah mulai menerapkannya, namun beberapa kejadian kecelakaan kerja pada perusahaan besar pun membuktikan, bahwa meskipun kita sudah mulai concern di masalah EHS, namun potensi kecelakaan kerja tetap masih akan tetap ada, hanya saja prinisip dasar dari sebuah manajemen EHS memang bagaimana kita meminimalisir setiap potensi yang ada terjadinya dari terjadinya suatu bahaya.
Mengapa kami harus mengeluarkan dana yang begitu banyak untuk suatu program yang tidak menambah nilai bagi konsumen saya?, mungkin inilah pertanyaan sebagian orang yang menganggap EHS hanya menjadi Cost center tidak menjadi Value added center. Namun ada satu hal yang perlu diingat yakni perlindungan terhadap bisnis yang kita jalankan adalah sesuatu yang sangat vital bagi pihak-pihak berkepentingan terhadap perusahaan kita. Siapa saja pihak yang berkepentingan itu? Pekerja, Pemerintah, Masyarakat sekitar, Penanam modal, Supplier dan lain-lain. Maukan anda menanam modal anda pada suatu perusahaan dimana gudang material atau finished good-nya tidak memiliki APAR sama sekali?, atau maukah anda bekerja pada suatu lingkungan kerja dengan konsentrasi partikel debu halus yang tinggi tetapi anda tidak diberikan suatu Masker yang memadai?. Selain itu, jika memang terjadi suatu kecelakaan kerja diperusahaan anda, satu hal yang pasti dipertanyakan adalah apakah anda punya program pencegahan terjadinya kecelakaan kerja yang sistematis?, jika anda tidak memilikinya, maka bersiaplah terhadap citra buruk perusahaan anda dimata para investor, dan juga bersiaplah anda menyewa pengacara yang handal untuk membuat anda selamat dari jeratan hukum. Artinya, jangan memandang EHS sebagai sesuatu yang hanya menyedot anggaran anda, Ingat, dengan menerapkan program EHS secara komprehensif dan sistematis, anda memang tidak menambah keuntungan pada saat sekarang, tetapi menambah keuntungan pada masa yang akan datang. Terminologi keuntungan disini adalah ketika kita dapat me-minimize segala potensi kerugian yang akan timbul di masa yang akan datang.
Di tulisan berikutnya, akan saya coba sharing mengenai langkah-langkah apa saja yang diperlukan untuk menerapkan program EHS secara sistematis. Semoga Bermanfaat.

My First Blog

Senang juga punya blog sendiri, selama ini, mengambil istilah dari Hermawan Kartajaya, saya hanyalah seorang spectators, yang cenderung membaca tulisan orang lain dan menonton video orang lain di youtube. Kini saatnya untuk dapat menjadi seorang creator. Betapapun tidak bergunanya tulisan saya atau tidak bermaknanya tulisan saya, setidaknya, saya mencoba untuk membuatnya bermakna bukan hanya bagi saya, tetapi bagi Society secara keseluruhan. Mengapa saya menamai blog ini extreme controversial, karena dari beberapa pendapat rekan, bahwa terkadang statement atau tulisan saya cenderung kontroversial, meskipun beberapa orang lagi menilai bahwa itulah realita.

Meskipun demikian, harapan yang paling mendalam adalah segala sesuatu yang saya share di blog ini, baik itu opini ataupun ilmu-ilmu baru, dapat bermanfaat bagi orang lain. Selain itu juga, dengan membuat blog ini, saya berharap mendapat pengetahuan/knowledge baru dari rekan sesama blogger yang lain.

Akhir kata sambutan saya, Nice to Have my own Blog.

Salam,
Harianja