Beberapa hari kemarin, saya mendapatkan training mengenai communication and coaching dari sebuah training organization yang menjadi afiliasi dari Think On Your Teet Institute. Training ini, menurut saya lebih fokus kepada bagaimana cara mengkomunikasikan perubahan dengan efektif atau dengan kata lain, bagaimana caranya menjadi change agent yang efektif. Saya akan mencoba sharing sedikit tentang training ini.
Pada sessi yang pertama diajarkan mengenai apa itu manajemen perubahan. Manajemen perubahan memang erat kaitannya dengan manajemen proyek. Jika pada manajemen proyek kita mendesain suatu tahap-tahapan teknis dalam suatu proyek sehingga proyek tersebut dapat berjalan dengan baik dan memiliki hasil sesuai dengan target yang diinginkan, manajemen perubahan, mengajarkan bagaimana kita mengelola people atau orang dalam kaitannya dengan proyek yang kita jalankan. Sebagai contoh, dalam keluarga kita memiliki sebuah proyek pindah ke suatu kota yang baru bagi semua anggota keluarga. Untuk dapat pindah rumah ke kota yang baru dengan smooth atau lancar, kita memerlukan manajemen proyek sederhana, seperti kita perlu melakukan survey untuk memilih lokasi rumah baru kita di kota tersebut yang mempertimbangkan berbagai hal seperti strategis nya suatu lokasi, bagaimana lingkungan sekitarnya, bagaimana keamanan lokasi tersebut, dan lain-lain. Selain itu juga kita harus mempersiapkan transportasi peralatan rumah tangga kita, mencari sekolah yang terbaik di kota tersebut, dan berbagai hal lainnya. Namun, yang sering kita lupakan adalah, bahwa dalam proyek pindah kota ini, kita juga membutuhkan suatu manajemen orang-orang yang akan merasakan dampak langsung sebagai akibat dari proyek ini diantaranya anggota keluarga kita, tetangga kita yang lama, teman-teman anak-anak kita disekolah, atau teman arisan istri. Nah, disinilah manajemen perubahan diperlukan, dimana kita mengelola orang-orang atau pihak-pihak yang langsung terkena dampak dari suatu perubahan.
Peran manajemen perubahan dalam suatu manajemen proyek bisa dibilang hal yang vital, karena dapat mempengaruhi langsung kepada kesuksesan manajemen proyek yang kita lakukan. Katakan lah dalam kasus pindah kota, karena kita melakukan manajemen perubahan dengan buruk, istri atau anak kita menolak untuk pindah karena alasan enggan meninggalkan teman, hal ini sangat mungkin terjadi dan berpotensi menimbulkan keretakan dalam rumah tangga, atau lebih extreme lagi, mereka berontak untuk tidak mau ikut pindah. Dalam training ini, juga timbul pertanyaan, bagaimana cara mengukur performance dari manajemen perubahan yang kita lakukan. Pertanyaan ini agak tidak bisa terjawab dengan baik, meskipun misalnya dalam kasus pindah kota ini, secara mudah kita bisa membuat indicator keberhasilan manajemen perubahan seperti jumlah ribut dalam rumah tangga dalam satu hari setelah pindah misalnya atau jumlah anggota keluarga yang bersikeras untuk tinggal.
Sikap seorang individu dalam menyikapi perubahan atau sering kita sebut sebagai Preferensi Perubahan dapat berbeda satu sama lain. Preferensi Individu ini dapat dibagi menjadi 4 kuadran.
Kuadran pertama: Logical Detached (LD)
Orang yang memiliki preferensi perubahan didominasi oleh Logical Detached (LD) akan cenderung secara emosional tidak terpengaruh, namun menerima secara logis tentang implikasi suatu perubahan. Orang dengan tipikal ini, cenderung selalu mendasarkan keputusannya berdasarkan data. Dengan demikian untuk mengelola orang dengan tipikal LD, kita harus menyiapkan data sebaik mungkin dan kita korelasikan ke motif orang tersebut. Orang LD selalu melihat pengaruh perubahan lingkungan terhadap dirinya berdasarkan data. Jika anda memiliki atasan seperti ini, anda harus bersiap-siap menyiapkan data-data pendukung dari suatu masalah, karena tanpa data ini anda hanya dianggap sebagai Jargon-jargon belaka. Dari hasil survey, 60 % dari CEO perusahaan besar memiliki karakter ini.
Kuadran Kedua: Safety Control (SC)
Orang dengan Preferensi Perubahan Safety Control secara emosional terlibat dan bertindak hati-hati dengan perubahan, berusaha membatasi dan mengontrol akibat dari perubahan yang ada. Orang dengan tipikal SC, memiliki sifat teramat emosional begitu juga jika dia menyikapi suatu perubahan, biasanya orang ini teramat resistan secara emosional. Untuk menghadapi orang seperti ini, pendekatan yang bersifat empati terhadap dirinya amat diperlukan untuk membuka resistansi yang ada didalam orang tersebut sebelum kita menjelaskan penting nya perubahan.
Kuadran ketiga: Positive Creative (PC)
Secara intelektual menerima, kreatif dan secara positif mencari dinamika perubahan. Biasanya orang dengan tipikal PC bersifat dinamis dan selalu suka menerima tantangan perubahan. Untuk mengelola orang ini dalam suatu perubahan tidak lah sulit, yang diperlukan adalah kita dapat meyakinkan bahwa perubahan ini membutuhkan kreativitas dari orang tersebut, maka dia akan semakin bersemangat dalam menerima perubahan.
Kuadran keempat: People Focused (PF).
Orang dengan karakter ini, memiliki sifat bisa menerima perubahan hanya saja kendalanya adalah dia pasti memikirkan implikasi perubahan tersebut terhadap orang lain atau komunitas yang ada disekitarnya. Untuk mengelola orang ini dalam suatu perubahan, kita harus dapat meyakinkan bahwa perubahan tidak akan berimplikasi buruj bagi komunitas nya, dan juga akan membawa sesuatu yang baik bagi komunitasnya, dengan demikian maka orang ini dengan senang hati menerima perubahan. Orang-orang dengan karakter ini cocok untuk bekerja dibidang politik, atau dalam struktur perusahaan menjadi SPSI, atau bekerja menjadi pimpinan diperusahaan yang sudah established atau performancenya sudah mencapai puncak, tugasnya hanya mempertahankan performance yang sudah ada saja.
Pada dasarnya, setiap manusia memiliki keempat karakter diatas, hanya saja pasti ada yang dominan dari keempat Preferensi Perubahan diatas pada diri kita.
Menurut saya, kesuksesan seseorang tidak dipengaruhi oleh salah satu preferensi perubahan yang dia miliki, namun lebih kepada bagaimana dia dapat menjadi bunglon atau mampu beradaptasi atau berubah warna sesuai dengan lingkungannya dengan cepat itulah yang berpengaruh kepada kesuksesan seseorang. Contohnya, ketika kita mempunyai atasan atau konsumen dengan karakter LD yang kuat (strong LD) maka kita harus bisa berubah seketika menjadi seorang LD juga, karena jika tidak, maka pastilah kita akan menjadi bulan-bulanan atasan kita itu yang selanjutnya kenyamanan dalam bekerja pun akan semakin berkurang.